Senin, 29 April 2013

MYRX : Most Active Stocks (29/04)

Posted by Taofan VIBIZ on 20.34 with No comments

MYRX : Most Active Stocks (29/04), Hanson International Tbk. (MYRX) berhasil menjadi salah satu saham teraktif pada perdagangangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin (29/04). Saham ini ditutup pada harga Rp. 485,00, naik 15 poin (3,19%) dari penutupan perdagangan sebelumnya. MYRX sendiri ditransaksikan sebanyak 2360 kali dengan total volume sebanyak 123024 lot dan total value Rp. 29.41 miliar.
Sementara itu, dari laporan keuangan per akhir 2012 lalu, dapat dilihat bahwa MYRX memiliki ROA dan ROE yang kurang mengesankan dibandingkan dua pesaing sejenisnya BHIT dan BMTR. ROA dan ROE MYRX tercatat sebesar 1,13% dan 6,08%, lebih rendah dari BHIT (2,55% dan 7,50%), dan BMTR (6,50% dan 12,36%). Sementara itu, PER MYRX juga sangat tinggi, yakni sebesar 220,18x, jauh diatas BHIT (24,91x) dan BMTR (23,44x).
Dari teknikalnya, MYRX tengah berada pada masa bullishnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Support dan resistance pertamanya masing-masing berada di kisaran Rp. 450,00 dan Rp. 510,00. Sementara itu, support dan resistance keduanya berada di Rp. 390,00 dan Rp. 550,00.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam perdagangan hari ini, saham ini masih akan bergerak konsolidatif. Dengan kinerja keuangannya yang belum terlalu mengesankan, diperkirakan MYRX masih akan konsolidatif dalam beberapa waktu kedepan.
Untuk mengetahui Prediksi bagaimana kelebihan SAHAM
Ikuti KELASNYA dan dapatkan PROFIT NYA

saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204
Registrasi :

foxyform

Bukukan Pertumbuhan Laba Sebesar 26,4%, BoW for BMRI, PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) berhasil membukukan pertumbuhan laba sebesar 26,4% dari Rp. 3,4 triliun menjadi Rp 4,3 triliun di Q1 2013 ini.Menurut Direktur Utama BMRI, Budi Gunadi Sadikin, naiknya laba emiten perbankan ini sejalan dengan peningkatan pendapatan dari sejumlah sektor.
Pertumbuhan kredit mengalami kenaikan sebesar 19,7% menjadi Rp. 391,6 triliun yang terjadi pada semua segmen bisnis. Namun, peningkatan terbesar disumbangkan dari sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yakni sebesar 58,1% menjadi Rp 20,7 triliun di kuartal satu 2013. Peningkatan presentase ini ditopang dengan jumlah nasabah kredit mikro BMRI dari 208,5 ribu menjadi lebih dari 327 ribu nasabah. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang berhasil dihimpun BMRI adalah sebesar Rp 467 triliun dengan porsi dana murah mencapai 62,56 persen atau Rp 290,1 triliun dan sisanya deposito. Fee based income BMRI juga naik sebesar 19,4% menjadi Rp. 3,2 triliun dan NIM-nya juga naik menjadi 5,38%. Sementara itu, secara keseluruhan, BMRI berhasil membukukan pertumbuhan aser sebesar 17,1%, dari Rp. 546,9 triliun menjadi Rp. 640,6 triliun.
Secara fundamental, saham ini memiliki tingkat pengembalian terhadap asset dan ekuitas yang lebih tinggi dari beberapa pesaingnya. ROA dan ROE BMRI masing-masing adalah sebesar 2,44% dan 20,26%. Sementara itu, pesaingnya BBTN dan BBNI memiliki ROA dan ROE secara berturut-turut adalah sebesar 1,22% dan 13,27% serta 2,11% dan 16,21%. Sementara itu, jika dilihat dari PER-nya, PER BMRI termasuk tinggi, yakni sebesar 16,03x, berbanding BBTN (11,73x) dan BBNI (12,07x).
Sementara itu, dari indicator ADX, BMRI tengah berada pada masa strong bullishnya. Sepanjang seminggu belakangan ini, tampaknya BMRI bergerak dan mencoba untuk menguji resistancenya. Support dan resistance BMRI saat ini berada di Rp. 10200,00 dan Rp. 10700,00. Sementara itu, jika resistance ini tertembus, maka target harga BMRI selanjutnya akan berada di Rp. 11200,00.
Hingga perdagangan Pk. 09.39 WIB hari ini, BMRI bertengger di level harga Rp. 10600,00, sama dengan harga pembukaannya. Saham perbankan ini telah ditransaksikan sebanyak 177 kali dengan total volume sebesar 6106 lot dan total value Rp. 32,507 miliar.
Dengan stochasticnya yang telah overbought, Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa BMRI akan berpotensi untuk terkoreksi. Namun, dengan kinerjanya yang masih cukup mengesankan, BMRI masih akan menjadi salah satu saham pilihan investor pada sektor perbankan. Direkomendasikan untuk buy on weakness terhadap saham ini.
Untuk mengetahui Prediksi bagaimana kelebihan SAHAM
Ikuti KELASNYA dan dapatkan PROFIT NYA


saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204
Registrasi :


foxyform

Minggu, 28 April 2013

Medco Targetkan Produksi Batubara 600 Ribu Ton di 2013, Direktur Utama PT Medco Energi International Tbk, Lukman Mahfoedz mengatakan, perseroan menargetkan mampu memproduksi batubara sebesar 500-600 ribu ton per tahun.
Menurutnya,  di kuartal I tahun ini saja, produksi batubara Medco Energi sudah 132 ribu ton dan rencananya, setiap bulan perseroan menargetkan bisa memproduksi batubara 40-50 ribu ton.
"Bisnis Medco yang baru di batubara Alhamdulillah berhasil dengan baik, kita targetkan bisa produksi batubara 500-600 ribu ton per tahun," ungkapnya usai acara RUPST Perseroan, di Gedung Energi, Jakarta, Jumat (26/04/2013).
Saat ini lanjutnya, Medco telah memiliki kontrak jangka panjang dengan beberapa perusahaan untuk bisa memproduksi batubara sebanyak 300 ribu ton.
"Tapi perusahaannya belum bisa disebut. Untuk 300 ribu ton lainnya dijual di spot yang lain," jelasnya.
Lukmas menuturkan, perseroan berhasil membukukan peningkatan penjualan dan pendapatan usaha sebesar 11,2% menjadi US$ 909,1 juta dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 817,7 juta.
Kontribusi terbesar berasal dari peningkatan penjualan minyak dan gas yaitu sebesar US$ 873 juta atau sekitar 96% dari jumlah penjualan dan pendapatan usaha perseroan, sedangkan sisanya sebesar US$ 36 juta berasal dari penjualan dan pendapatan kegiatan usaha energi terkait lainnya.
Meningkatnya penjualan minyak dan gas di tahun 2012 sebesar 9,1% dari US$ 800,5 juta di tahun 2011 disebabkan oleh peningkatan harga minyak terealisasi sebesar US$ 115,6 per barel di tahun 2012 dari US$ 113,8 per barel di 2011.
Selain itu, perseroan telah berhasil melakukan negosiasi ulang harga jual gas sehingga harga rata-rata penjualan gas di tahun 2012 naik menjadi US$ 4,03/mmbtu dari sebelumnya sebesar US$ 3,74/mmbtu di 2011.
Adapun angka produksi minyak di tahun 2012 stabil di kisaran 30 juta barel juga turut berkontribusi kepada kemampuan perseroan mencatat peningkatan penjualan minyak dan gas.
Sementara itu, pendapatan operasional perseroan naik 33% menjadi US$ 253,2 juta di 2012 dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$ 220,3 juta.
"Sementara itu pendapatan sebelum pajak atau Ebitda kami dipertahankan di angka US$ 341,5 juta di 2012, naik 5,7% dari US$ 323 juta di 2011," tambah Lukman.
(rl/NR/VBN)

saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204
Registrasi :

foxyform

LMPI : Most Active Stocks 26/04/2013

Posted by Taofan VIBIZ on 20.16 with No comments

LMPI : Most Active Stocks 26/04/2013, Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI) berhasil menjadi saham teraktif pada perdagangangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) akhir pekan lalu (26/04). Saham ini ditutup pada harga Rp. 295,00, turun 10 poin (3,28%) dari harga pembukaannya. LMPI juga telah ditransaksikan sebanyak 13598 kali dengan total volume sebanyak 74937 lot dan total value Rp. 11,482 miliar.
Sementara itu, dari laporan keuangan per akhir 2012 lalu, dapat dilihat bahwa LMPI memiliki ROA dan ROE yang kurang mengesankan dibandingkan dua pesaing sejenisnya di industry peralatan rumah tangga, KDSI dan KICI. ROA dan ROE LMPI tercatat sebesar 0,29% dan 0,57%, jauh dibawah KDSI (6,46% dan 11,66%), dan KICI (2,38% dan 3,39%). Sementara itu, PER LMPI juga sangat tinggi, yakni sebesar 127,16x, jauh diatas KDSI (5,94x) dan KICI (17,10x).
Sementara itu secara teknikal, saham ini tengah berada pada masa strong bullishnya. Selain itu, indicator MACD juga mengindikasikan bahwa saham ini berpotensi untuk membentuk golden crossnya dalam jangka pendek. Support LMPI sendiri berada di 280,00 dan resistancenya berada di Rp. 310,00. Jika resistance ini tertembus, maka target harga berikutnya akan berada di Rp. 340,00.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam perdagangan hari ini, dengan kinerja keuangannya yang cenderung kurang mengesankan, LMPI akan bergerak sideways dan sulit untuk menembus resistancenya. Sementara itu, Dengan RSI-nya yang telah overbought, saham ini juga berpotensi untuk terkoreksi dalam waktu dekat.
(YR/VBN)
saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204
Registrasi :


foxyform

Kamis, 25 April 2013

Bagikan Dividen Tunai, PTBA Masih Belum Menarik

Posted by Taofan VIBIZ on 21.31 with No comments

Bagikan Dividen Tunai, PTBA Masih Belum Menarik, Direktur Utama PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), Milawarma , memaparkan bahwa dari Rapat umum pemegang saham (RUPS) yang diselenggarakan perusahaan kemarin (25/4), diputuskan bahwa perusahaan akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 1,6 triliun. Dividen ini jumlahnya sebesar 55% dari total laba bersih sepanjang 2012, yang mana sebesar Rp 2,9 triliun. Pencatatan dividen (recording date) ini sendiri akan dilakukan pada 29 Mei 2012.
Selain itu, PTBA juga berencana untuk melakukan buyback saham, maksimal sebesar 115,21 juta saham atau setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Namun, untuk detailnya sendiri, perusahaan masih belum memutuskan hingga saat ini. Sebagai informasi, hingga akhir 2012 ini, PTBA telah melakukan buy back 3,42 juta saham atau setara dengan 2,9%. Adapun harga buyback tahun lalu mencapai Rp 13.626 - Rp 14.270 per saham.
Dari laporan keuangan per akhir 2012 lalu, saham pertambangan ini memiliki tingkat pengembalian yang cukup baik dibandingkan pesaingnya. Tercatat ROA dan ROE PTBA di akhir 2012 lalu tercatat sebesar 22,78% dan 34,45%, lebih rendah dari HRUM (24,44% dan 37,63%), namun masih lebih tinggi dari ANTM (15,19% dan 23,32%). Sementara itu, PER dari PTBA jauh lebih tinggi dari kedua pesaingnya, yang mana secara berturut-turut PER PTBA, HRUM, dan ANTM adalah sebesar 17,5x, 9,56x, dan 4,38x. Dengan demikian, PTBA relative lebih mahal dibandingkan kedua emiten pesaingnya.
Dari indicator ADX, saham ini tengah berada pada masa bearishnya. Namun, MACD mengindikasikan bahwa PTBA berpotensi untuk membentuk golden crossnya dalam jangka pendek. Support PTBA berada di Rp. 14500,00, dan resistancenya berada di Rp. 15600,00.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dengan masih kurang prospektifnya komoditas batu bara di Indonesia, saham ini masih belum akan mendapat perhatian dari para investor. Direkomendasikan untuk wait and see terlebih dahulu. Jika saham ini berhasil menembus resistancenya, maka target harga berikutnya akan berada di Rp. 17000,00.
saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204
Registrasi :


foxyform

Tambah Mesin baru, GDST Masih Sideways

Posted by Taofan VIBIZ on 21.17 with No comments
Tambah Mesin baru, GDST Masih SidewaysDari keterangan yang diberikan perseroan kemarin (25/04), PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk (GDST) akan membeli mesin dari Dongkuk Steel Mill Co Ltd senilai US$22,6 juta.Kesepakatan pembelian equipment Mesin Hot Rolled Steel Plate ini disetujui pada tanggal 24 April 2013. Cara pembayarannya sendiri akan dilakukan sebesar 30% pada 30 hari setelah tanda tangan kontrak dengan cara telegprahic transfer. Sedangkan sebesar 40% akan dibayarkan pada 7 bulan setelah tanda tangan kontrak. Sementara itu, sisanya sebesar 30% akan dilunasi setelah 13 bulan. Dengan adanya tambahan mesin ini, lini produksi GDST akan semakin kuat, yakni dengan adanya  tambahan 1 line mesin produksidengan kapasitas 1 juta Steel Plat/ tahun.
Jika dibandingkan dengan pesaingnya dalam sektor industry logam, GDST memiliki fundamental yang cukup mengesankan. ROA dari JPRS adalah sebesar 4%, lebih tinggi dari JKSW (-5,9%), namun lebih rendah dari JPRS (4,74%). Sementara itu, ROE GDST lebih tinggi dari kedua pesaingnya, yakni sebesar 5,88%, berbanding JPRS (5,46%) dan JKSW (4,12%). Sementara itu, dari PER-nya, PER GDST cenderung tinggi, yakni sebesar 18,66x berbanding JPRS (14,47x) dan JKSW(-0,8x).
Secara teknikal, GDST tengah berada pada trend harga yang menurun sejak dua tahun belakangan ini. Namun, sejak akhir Mei 2012 lalu hingga saat ini, GDST cenderung berkonsoldiasi pada kisaran support dan resistancenya. Supportnya berada di Rp. 100,00, dan ressitancenya berada di Rp. 125,00. Jika resistance ini tertembus maka target harga saham  ini berikutnya akan berada di Rp. 140,00.
Analis Vibiz Reseaarch dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dengan kurang kondusifnya industry logam di tanah air, saham ini masih akan cenderung bergerak sideways dalam beberapa waktu kedepan.
saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204

Registrasi :


foxyform

Rabu, 24 April 2013


Kinerja dan Prospek Gemilang, DYAN Potensi Tembus Resistancenya, Di tahun 2012 kemarin, PT Dyandra Media International Tbk. (DYAN) berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan sebesar 69% menjadi Rp. 624 miliar dari sebelumnya Rp. 368 miliar. Sementara itu, laba bersih perusahaan juga bertumbuh hampir 3,5 kali lipat, dari Rp.14,4 miliar menjadi Rp. 64,9 miliar. Total asset perusahaan juga tumbuh dari Rp. 1,056 triliun menjadi Rp. 1,418 triliun di tahun 2012 ini. Sedangkan total ekuitas juga naik dari Rp. 368 miliar menjadi Rp. 553 miliar.
Sebagai informasi, DYAN memiliki 4 segmen anak usaha, yaitu PT Dyandra Promosindo sebagai penyelenggaraan pameran dan acara, PT Dyamall Graha Utama sebagai perusahaan pendukung penyelenggaraan pameran dan acara, PT Nusa Dua Indonesia sebagai pusat konvensi dan pameran, serta PT Graha Multi Utama sebagai pengelola bisnis hotel.
Di tahun 2013 ini sendiri, DYAN optimis bahwa perusahaan akan terus tumbuh dan berkembang. Diperkirakan pendapatan perseroan akan meningkat sebesar 70% dan laba bersih perseroan akan tumbuh sebesar 30%-35%. Manajemen optimis akan hal ini dengan adanya 4 hotel baru yang akan beroperasi di tahun ini serta telah beroperasinya BNDCC tahap II.
Selain itu, Untuk mendukung dan merealisasikan target tersebut, DYAN telah mendirikan usaha Joint Venture dengan Tarsus Group dan UBMMG Holdings SDN BHD yang bergerak di segmen penyelenggaraan acara dan pameran. Disamping itu, DYAN juga telah membangun usaha baru, yakni PT Dyandra Amaradan yang bergerak di bidang impresariat (showbiz).
Lebih lanjutnya, di tahun 2013 ini, DYAN menargetkan akan melakukan 10 showbiz, dimana tahun 2012 lalu, DYAN hanya berhasil menggelar 3 showbiz. Selain itu, hingga akhir Q1 2013 ini, DYAN telah berhasil menggelar 60 event dari target 700 events. Sebagai informasi tambahan, saat ini DYAN tengah membangunan convention hall yang memiliki luas 4 kali lebih besar dari convention hall Jakarta Convention Hall (JCC).
Saham yang baru saja melantai di bursa saham Indonesia sejak 25 Maret 2013 lalu ini tengah berada pada masa bearishnya. Dibuka pada Rp. 420,00 saat IPO, saat ini DYAN berada di level harga Rp. 375,00, atau telah turun sekitar 45 poin (10,7%). Saat ini, support dan resistance DYAN masing-masing berada di level Rp. 360,00 dan Rp. 380,00.
Pada penutupan perdagangan kemarin (24/04), DYAN bertengger di level harga Rp. 380,00, naik 5 poin (1,33%). Total transaksinya sendiri sebanyak 281 kali dengan total volume sebesar 29489 lot dan total value Rp. 5,556 miliar.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dengan kinerjanya yang semakin cemerlang dan berbagai inovasi yang dilakukan perusahaan kedepannya, saham ini berpotensi untuk menembus resistancenya dalam jangka pendek. Jika saham yang memiliki ROA dan ROE masing-masing sebesar 5% dan 18% ini mampu menembus resistancenya saat ini, maka target harga berikutnya akan berada di Rp. 400,00.

saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204

Registrasi :


foxyform

Wall Street Mix, IHSG Konsolidasi

Posted by Taofan VIBIZ on 20.34 with No comments

Wall Street Mix, IHSG Konsolidasi, Pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,73% ke level 5011,607. Sedangkan indeks saham-saham unggulan LQ 45 tercatat menguat 0,91% ke level 850,661.
Dari Bursa Amerika dini hari tadi, Bursa Walls treet mengalami mix. Dow Jones ditutup melemah sebesar 43,16 poin (-0,29%) ke level 14.676,30. Sementara itu, S&P naik sangat tipis sebesar 0,01 poin (0,00%) menjadi 1.578,79. Sedangkan, Nasdaq juga hanya naik sebesar 0,32 poin (0,01%) ke level 3269,65.
Sementara itu, berbeda dengan bursa Amerika, Bursa Asia tampaknya cukup bersemangat di pagi hari ini. Nikkei naik 60,06 poin (0,43%) ke level 13905,62. Sementara itu, KOSPI juga menguat sebesar 6,46 poin (0,33%) ke level 1942,21.
Pada perdagangan hari ini, diperkirakan IHSG akan bergerak sideways. Support dan resistance nya masing-masing berada pada level 4980 dan 5050. Adapun saham saham yang dapat diperhatikan pada perdagangan hari ini adalah PWON, KLBF, BKSL, TRAM.
saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204

Registrasi :


foxyform

Gandeng Produsen Lokal, MPPA Bullish

Posted by Taofan VIBIZ on 20.22 with No comments

Gandeng Produsen Lokal, MPPA Bullish, Director & Head PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), Danny Kajongian, memaparkan bahwa saat ini perusahaan tengah menggandeng produsen lokal untuk menyediakan daging sapi dan produk hortikultura. Hal ini dilakukan perusahaan setelah adanyapembatasan impor hortikultura sesuai dengan Permentan No. 60 Tahun 2012 dan Permendag No. 60 Tahun 2012.
Menurut Danny, strategi ini dilakukan guna menyiasati dampak dari larangan impor ini terhadap penjualan produk hortikultura. Kerjasama ini akan lebih ditingkatkan untuk mengimbangi keterbatasan produk impor. Walaupun demikian, MPPA menyatakan bahwa pihaknya juga akan tetap menyeleksi terlebih dahulu dan menyesuaikan standar yang ada sebelumnya bagi para produsen lokal. Lebih lanjutnya, Danny juga meyakini bahwa kerjasama ini tidak hanya akan menguntungkan perusahaan, tapi juga akan meningkatkan perekonomian local, yakni dengan meningkatkan pendapatan petani local dan memperluas kesempatan kerja.
Dari laporan keuangannya, dapat dilihat bahwa MPPA memiliki tingkat pengembalian terhadap asset dan ekuitas yang kurang menarik dibandingkan pesaingnya. Tercatat ROA dan ROE MPPA per akhir 2012 lalu adalah sebesar2,68% dan 5,73%, jauh lebih rendah dari pesaingnya MAPI (7,22% dan 19,92%) dan RALS (10,4% dan 13,93%). Sementara itu, PER MPPA juga cukup tinggi, yakni sebesar 49,52x, berbanding MAPI (32,38x), serta RALS (25,79x). Oleh karena itu, secara fundamental, saham ini memiliki kinerja yang kurang mengesankan dibandingkan kedua pesaingnya.
Sejak pertengahan Januari 2013 lalu hingga saat ini saham ini bergerak reli, dan telah naik sekitar 90%. Tercatat pada 21 Januari lalu saham ini berada di harga Rp. 1080,00. Sementara itu, pada perdagangan hari ini (25/04), saham ini dibuka di harga Rp. 1920,00. Secara teknikal, saham ini tengah berada pada masa bullishnya baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Support dan resistancenya masing-masing berada di Rp. 1750,00 dan Rp. 2000,00. Sementara itu, stochasticnya menunjukkan bahwa saham ini telah memasuki area overboughtnya, yang mana dalam jangka pendek akan berpotensi untuk terkoreksi.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting berpendapat bahwa dalam beberapa waktu kedepan, MPPA masih akan berpotensi menguat dan menembus resistancenya. Jika MPPA berhasil menembus resistance pertamanya, maka target harga berikutnya akan berada di Rp. 2200,00.
saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204

Registrasi :


foxyform

Selasa, 23 April 2013


Bursa Efek Indonesia  mengawali perdagangan pagi tadi, dengan IHSG dibuka menipis 0,586 poin (0,01%) ke level 4.996,337 atas posisinya yang sudah jenuh beli pada perdagangan kemarin. Posisi indeks yang sudah cukup tinggi itu rawan profit taking.

Indeks bergerak datar dalam rentang yang tipis. Aksi ambil untung, terutama di bursa saham bank kelas berat, menahan laju penguatan indeks meski masih ada aksi beli selektif.

Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG berkurang 12,857 poin (0,26%) ke level 4.984,066 terkena aksi ambil untung. Melemahnya data manufaktur China juga memicu aksi jual.

Indeks empat jatuh ke posisi terendahnya hari ini di level 4.971,103 di perdagangan sesi sore. Menjelang penutupan, koreksi indeks semakin dalam saja.

Mengakhiri perdagangan, Selasa (23/4/2013), IHSG ditutup terkoreksi 21,593 poin (0,43%) ke level 4.975,330. Sementara Indeks LQ45 ditutup terpangkas 4,396 poin (0,52%) ke level 842,975.

Aksi jual marak terjadi di saham-saham unggulan dan lapis dua. Delapan indeks sektoral pun jatuh ke zona merah, hanya dua sektor yang bertahan positif.

Perdagangan saham hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 143.293 kali pada volume 6,004 miliar lembar saham senilai Rp 6,215 triliun. Sebanyak 78 saham naik, sisanya 186 saham turun, dan 95 saham stagnan.

Bursa-bursa di Asia berakhir kompak di zona merah menutup perdagangan hari ini. Melemahnya data manufaktur China memicu aksi jual investor regional.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.720 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 9.710 per dolar AS.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.900 ke Rp 11.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 1.900 ke Rp 16.400, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 25.100, dan Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 38.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 17.750, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 700 ke Rp 49.100, Inti Bangun (IBST) turun Rp 400 ke Rp 5.550, dan Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 350 ke Rp 18.050.

saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204

Registrasi :




Senin, 22 April 2013


Bursa saham Indonesia Dibuka menguat pagi tadi, IHSG naik 14,569 poin (0,29%) ke level 5.013,030. Aksi beli selektif terjadi di saham-saham yang sudah terkoreksi sebelumnya.
Indeks sempat menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa sebelum akhirnya jatuh ke zona merah akibat aksi ambil untung.
Rekor intraday tertinggi IHSG sepanjang masa yang terbaru ada di level 5.026,919. Rekor sebelumnya dipecahkan akhir pekan lalu pada level 5.023,707.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 7,186 poin (0,14%) ke level 4.991,275. Aksi ambil untung membuat indeks jatuh ke zona merah.
Saham-saham unggulan di sektor finansial serta saham-saham lapis dua jadi sasaran aksi jual investor sehingga membuat IHSG terkoreksi.
Menutup perdagangan awal pekan, Senin (22/4/2013), IHSG turun tipis 1,538 poin (0,03%) ke level 4.996,923. Sementara Indeks LQ45 naik tipis 0,418 poin (0,05%) ke level 847,371.
Aksi jual banyak dilakukan investor lokal, sementara asing masih lakukan aksi beli selektif. Saham-saham unggulan banyak diincar jelang penutupan perdagangan, sayangnya indeks gagal balik arah ke zona hijau.
Perdagangan saham hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 149.044 kali pada volume 4,778 miliar lembar saham senilai Rp 5,628 triliun. Sebanyak 97 saham naik, sisanya 165 saham turun, dan 95 saham stagnan.
Bursa saham di regional menutup awal pekan dengan positif, kecuali bursa saham China yang masih terkoreksi. Melemahnya nilai tukar yen terhadap dolar AS membuat bursa saham Jepang melonjak tinggi.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup melemah di posisi Rp 9.710 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan akhir pekan lalu Rp 9.705 per dolar AS.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.600 ke Rp 9.700, Mayora (MYOR) naik Rp 1.000 ke Rp 30.000, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 650 ke Rp 38.000, dan United Tractor (UNTR) naik Rp 300 ke Rp 18.200.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 24.500, Semen Indonesia (SMGR) turun Rp 450 ke Rp 18.400, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 300 ke Rp 49.800, dan Lion Metal (LION) turun Rp 200 ke Rp 14.800.
Presiden SBY resmi menunjuk Menko Perekonomian Hatta Rajasa sebagai Plt Menteri Keuangan lewat Keputusan Presiden Nomor 45/M Tahun 2013 yang ditandatangani Jumat 19 April 2013.
Presiden SBY juga mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 44/M Tahun 2013 yang memberhentikan Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan setelah dipilih menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).
Agus Marto yang pada hari Jumat kemarin masih berada di Washington menghadiri pertemuan IMF dan Bank Dunia segera terbang kembali ke Indonesia hari Minggu pagi tanggal 21 April 2013 untuk mengadakan Rapim bersama Plt Menkeu Hatta Rajasa dan jajaran Kemenkeu lainnya.
saham, belajar saham, training saham, pasar modal
Pilihan Jadwal Training:
Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013
Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013
Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00
Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)
Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)
Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275
Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204

Registrasi :



foxyform

Minggu, 21 April 2013


Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berkurang 14 poin terkena aksi ambil untung sampai jatuh dari level 5.000. Indeks satu-satunya bursa yang melemah di tengah penguatan pasar saham Asia.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 9.705 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin Rp 9.715 per dolar AS.
Mengawali perdagangan saham pagi tadi, Bursa Efek Indonesia dibuka naik tipis 3,447 poin (0,07%) ke level 5.016,085 pasca cetak rekor tertinggi kemarin. Aksi ambil untung langsung terjadi sejak pembukaan perdagangan, membuat indeks bergerak fluktuatif.
Aksi beli selektif terjadi di saham-saham unggulan yang kemarin belum naik tinggi. Penguatan kali ini kembali mendorong indeks menembus rekor intraday tertinggi sepanjang masa di level 5.023,707.
Padahal baru saja kemarin indeks menembus rekor intraday tertingginya sepanjang masa, yaitu di level 5.012,638 tepat pada penutupan perdagangan.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG naik tipis 7,306 poin (0,15%) ke level 5.019,944 tapi cukup untuk mengantarkannya tembus rekor intraday tertinggi. Rencana pembagian dividen oleh emiten mendorong aksi beli di lantai bursa.
Aksi ambil untung mulai terjadi memasuki perdagangan sesi sore. Saham-saham tambang jadi sasaran aksi jual sejalan dengan jatuhnya harga komoditas dunia.
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/4/2013), IHSG ditutup turun 14,177 poin (0,28%) ke level dibawah 5.000 yaitu ke level 4.998,461. Sementara Indeks LQ45 ditutup melemah 2,594 poin (0,31%) ke level 846,953.
Sektor industri di lantai bursa yang pagi tadi masih banyak menguat sore ini berjatuhan ke zona merah. Hanya dua sektor masih bertahan, yaitu sektor agrikultur dan konstruksi.
Perdagangan hari ini berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 150.118 kali pada volume 6,698 miliar lembar saham senilai Rp 6,722 triliun. Sebanyak 110 saham naik, sisanya 154 saham turun, dan 97 saham stagnan.
Aksi beli terjadi di pasar saham regional jelang pertemuan G20 di Washington. Pelaku pasar regional berharap banyak pertemuan itu bisa menghasilkan kebijakan demi pertumbuhan ekonomi dunia.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.350 ke Rp 8.100, Sarana Menara (TOWR) naik Rp 950 ke Rp 25.900, Astra Agro (AALI) naik Rp 350 ke Rp 18.600, dan Bank of India (BSWD) naik Rp 310 ke Rp 1.710.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 5.000 ke Rp 325.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.550 ke Rp 50.100, Mayora (MYOR) turun Rp 1.250 ke Rp 29.000, dan Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.100 ke Rp 37.350.

saham, belajar saham, training saham, pasar modal


Pilihan Jadwal Training:

Sabtu & Senin, 20 & 22 April 2013

Sabtu & Senin, 26 & 28 Oktober 2013

Sabtu: jam 10.00 - 17.00
Senin: jam 10.00 - 12.00

Biaya Training: Rp.2.000.000,- (Satu juta lima ratus ribu rupiah)

Early Bird: Rp.1.500.000 (untuk pembayaran min.5 hari sebelum jadwal kelas)

Informasi: Taofan 0896 6322 7261 / Maria 0852 8821 1275

Office: 021-6336348 / Fax: 021-6336204
foxyform